Ada 6 Manfaat Mengonsumsi Dark Chocolate untuk Kesehatan - LidzNews.com
News Update
Loading...

Wednesday, October 7, 2020

Ada 6 Manfaat Mengonsumsi Dark Chocolate untuk Kesehatan

Penyanyi Adele berhasil telah menurunkan berat badannya sampai 19 kg dengan menggunakan metode diet sirtfood. Dia tetap dibolehkan makan cokelat namun dari jenis dark chocolate.Cokelat berasal dari kakao yang merupakan tanaman dengan kandungan dari mineral dan antioksidan yang tinggi. Dark chocolate memiliki jumlah kakao yang leih besar dari gula sedikit. Dilansir oleh mediacalnewstoday, dark chocholate kaya akan mineral, seperti zat besi, magnesium, dan seng. Kakao dalam dark chocolate juga mengandung antioksidan yang disebut dengan flavonoid, yang dapat memberikan beberapa manfaat kesehatan.

Berikut beberapa manfaat dari dark chocolate yang dilansir oleh medicalnewstoday.

1.   Antioksidan

Darak chocolate mengandung senyawa dengan sifat antioksidan. Makanan cemilan yang mengandung beberapa senyawa yang memiliki sifat antioksidan, seperti flavanol dan polifenol. Antioksidan juga menetralkan radikal bebas dan mencegah stress oksidatif.

Stres oksidatif mengacu pada kerusakan yang dapat menimbulkan oleh radikal bebas dalam jumlah berlebihan pada sel dan jaringan di tubuh.

Stres oksidatif berkontribusi pada proses penuaan secara alami. Seiring waktu, efek stress oksidatif juga dapat berkontribusi pada perkembangan berbagai penyakit, seperti : penyakit jantung, diabetes, penakit Parkinson, penyakit Alzheimer, kanker,penyakit mata, resiko penyakit jantung.

Makanan cokelat hitam secara teratur dapat juga membantu mengurangi kemungkinan terjadinya seseorang terkena penyakit jantung. Beberapa senyawa dalam coklat hitam, khususnya flavanol, memengaruhi dua factor risiko utama penyakit jantung yakni seperti tekanan darah tinggi dan kolestrol tinggi.

2.      Kolesterol

Dark chocolate juga mengandung senyawa yang tertentu, seperti polifenol dan teobramin, yang dapat menurunkan kadar kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL) dalam tubuh dan meningkatkan kadar kolesterol lipoprotein densitas tinggi (HDL). Dokter juga sering menyebut kolesterol LDL sebagai kolesterol jahat dan kolesterol HDL sebagai kolesterolbaik.

Sebuah studi tahun 2017 melaporkan bahwa makan dark chocolate selama 15 hari dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL pada orang yang hidup dengan HIV. Namun, konsumsi dark chocolate tidak mempengaruhi kadar kolesterol LDL peserta penelitian.

3.      Kurangi Radang

Makanan cokelat hitam juga dapat membantu mengurangi peradangan pada tubuh. Peradangan adalah bagian dari respons imun alami tubuh terhadap kuman dan zat berbehaya lainnya. Namun peradangan kronis dapat merusak sel dan jaringan serta dapat meningkatkan resiko beberapa kondisi kesehatan, termasuk dengan senyawa dengan sifat anti inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan pada tubuh.

Sebuah studi percontohan kecil dari 2018 yang melibatkan lima orang sehat meneliti efek dark chocolate 70 persen dalam jumlah yang cukup besar mempengaruhi aktivitas gen yang mengatur respons imun. Namun, masih belum jelas bagaimana studi ini akan menjadi signifikansi praktis.

Dalam studi lain dari 2018, para peneliti menemukan bahwa makan 30 gr dark chocholate 84 persen setiap hari selama 8 minggu secara signifikan dapat mengurangi biomarker inflamasi pada orang dengan diabetes tipe 2. Para penuliis penelitian menyimpulkan bahwa diperlukan penelitian tambahan untuk mengevaluasi jumlah optimal dark chocolate yang digunakan untuk mengobati pengidap diabetes.

4.      Resistensi Insulin

Resistensi insulin terjadi karena ketika sel-sel tubuh berhenti merespons hormon insulin. Resistensi insulin ini juga dapat menyebabkan kadar glukosa darah tinggi yang tidak normal, yang dapat menyebabkan prediabetes dan diabetes tipe 2.

Sebuah studi 6 bulan dari 2018 yang meneliti hubungan antara konsumsi dark chocolate biasa dan kadar glukosa darah di individu Hispanik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa makan chocolate 48 g dark chocolate 70 persen setiap hari dapat juga membantu untuk menurunkan kadar glukosa puasa dan mengurangi resistensi insulin.

5.      Tingkatkan Fungsi otak

Makan dark chocolate dapat meningkatkan fungsi otak dan juga membantu untuk mencegah kondisi neurodugeneratif, seperti penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson.

Temuan studi kecil tahun 2018 menunjukkan bahwa flavanol yang ada dalam dark chocolate mengatur ulang dirinya sendiri, terutama sebagai respons terhadap cidera dan penyakit.

Dan ada juga sebuah studi dari 2016 mengidentifikasi hubungan positif antara mengosumsi cokelat secara teratur dan dikinerja kognitif. Namun, para peneliti mengumpulkan data dari survey dan harus mengandalkan asupan cokelat yang dilaporkan sendiri, sehingga mereka tidak da[at menarik kesimpulan pasti dari temuan tersebut.

6.      Banyak Nutrisi

Dark chocolate dengan 70-85 persen kakao merupakan sumber magnesium, seng, dan zat besi yang baik. Menurut dari Departemen Pertanian dari Amerika Serikat, 101 gram dark chocolate dengan 70-85 persen kakao padat menyediakan: 604 kalori, 7,87 g protein, 43,06 g lemak, 46,36 g karbohidrat, 11.00 g serat makanan, 24,23 g gula pasir, 12,02 miligram (mg) zat besi, 230.00 mg magnesium, 3,34 mg seng.

Namun tetap herus perlu diwaspadai Meskipun dark chocolate mengandung antioksidan dan mineral yang bermanfaat, terkadang tinggi lemak yang menjadikannya makanan padat kalori.

Dark chocolate terkadang mengandung lemak dalam bentuk cocoa butter, yang sebagian besar terdari dari lemak yang jenuh tidak sehat. Oleh karena itu, orang harus mencoba membatasi mengosumsi dark chocolate untuk menghindari konsumsi terlalu banyak kalori, lemak, dan gula.

Secara umum, dark chocolate mengandung lebih sedikit gula dibandingkan cokelat susu dan cokelat putih. Dark chocolate dengan persentase padatan kakao yang lebih tinggi biasanya mengandung lebih sedikit gula. Kandungan gula berbeda antar produsen cokelat, jadi disarankan untuk mengecek lebel nutrisinya ya.

Darak chocolate yang berapa persen kah yang harus dimakan?

Produsen cokelat biasanya tidak harus melaporkan kandungan flavanol produknya. Akibatnya, sulit untuk mengetahui beberapa banyak dark chocolate yang dibutuhkan seseorang untuk memaksimalkan manfaat kesehatannya.

Studi dalam artikel ini umumnya menggunakan 20-30 g dark chocolate per hari. Cokelat hitam dengan persentase padatan kakao yang lebih tinggi biasanya mengandung lebih sedikit gula tetapi lebih banyak lemak. Lebih banyak kakao berarti lebih banyak flavanol, jadi yang terbaik adalah memilih dark chocolate yang mengandung setidaknya 70 persen padatan kakao.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done