LidzNews.com: traveling
News Update
Loading...
Showing posts with label traveling. Show all posts
Showing posts with label traveling. Show all posts

Saturday, July 16, 2022

Berwisata ke Pantai Tanjung Dewa, bisa nyebrang ke Pulau Datu Kalimantan Selatan

Berwisata ke Pantai Tanjung Dewa, bisa nyebrang ke Pulau Datu Kalimantan Selatan

 


LIDZNEWS.COM – Sambil menikmati libur sekolah, bosan di rumah saja ada rekomendasi tempat wisata pantai yaitu Pantai Tanjung Dewa yang ada di Kalimantan Selatan. Pantai ini cantik memiliki daya tarik tersendiri karena lokasi pantai terletak di dekat Pulau Datu, yang merupakan tujuan wisata religi yang berada di Kalimantan Selatan.

Jika kalian pergi ke Pantai Tanjung Dewa kalian bisa nyebrang ke Pulau Datu memakai perahu. Potensi Pantai Tanjung Dewa sebagai tempat destinasi wisata adalah suasananya yang teduh, nyaman. Sepanjang mata memandang pengunjung bisa menemukan jejeran pohon kelapa dan pohon ketapang yang berada di pinggiran pantai.

Daya Tarik yang dimiliki oleh Pantai Tanjung Dewa

Kalian bisa melihat pemandangan seperti bukit dipantai tersebut. Dan juga kalian bisa melihat kekayaam alamnya yang berupa ikan laut yang melimpah. Sebagian masyarakat mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Ketika saat musim ikan datang banyak wisatawan yang berkunjung bisa sekalian membeli ikan dan memasaknya di tempat. Ikan segar hasil tangkapan nelayan tentunya akan sangat nikmat disantap dengan keluarga dan teman.

Pemandangan Alam yang hijau memukai ketika masih berada di jalan, jalan menuju Pantai Tanjung Dewa banyak sekali pemandangan hijau dari pepohonan yang ada di sepanjang jalan perjalanan. Hamparan sawah dan ladang juga menjadi spot utama pemandangan yang ada. Dan yang pastinya saat menuju lokasi ada juga banyak bukit-bukit yang tersusun berjajar menambah indahnya pemandangan.

Beberapa pepohonan di tepi pantai juga banyak yang sudah berusia puluhan tahun. Seperti pohon ketapan yang biasanya dimanfaatkan oleh penduduk sebagai bahan pembuatan tinta, bagi yang penggemar ikan hias seperti ikan cupang pasti rela untuk memungut daun kering dari pohon ini.

Di tepi pantai juga ada beberapa perahu nelayan yang berjejer rapi dan bisa dijadikan spot foto yang unik, dan kalian bisa menggunakan perahu tersebut untuk berkunjung ke Pulau Datu  dari lokasi pantai, dengan waktu perjalanan ke pulau datu kurang lebih dari 15 menit saja. Daya tarik dari pantai hits ini adalah letakya yang berdekatan dengan Pulau Datu, dahulu kata masyarakat sekitar Pulau Datu dan Pantai Tanjung Dewa ini berada pada satu pulau. Namun, karena ada pergerakan bumi dan juga perubahan iklam keduanya kini terpisah.

Jika saat pengunjung menyeberangi pantai untuk ke Pulau Datu bisa melihat lumba-lumba yang sedang berenang di sekitarab Pulau Datu jika beruntung, biasanya keberadaan lumba-lumba ini pada musim migrasi dimana lumba-lumba mencari perairan yang lebih hangat.

Lokasi Pantai

Untuk menuju Pantai Tanjung Dewa jika dari Banjarmasin akan menempeh perjalanan sekitar 2 jam 30 menit lamanya, kondisi jalan untuk sampai ke Pantai Tanjung Dewa sudah baik dan juga lancar. Pantai Tanjunng Dewa ini lokasinya berdekatan juga dengan Pantai Batakan.

Jika pengunjung berasal dari kota Pelaihari lokasi pantai berjarak sekitar 40 KM dan bisa ditempuh perjalanan kurang lebih dari 1 jam lamanya. Rute menuju lokasi dari kota Banjarbaru melakukan perjalanan selama 2 jam, dari Bundaran Simpang Empat Kota Banjarbaru belok ke kanan dan kemudian ambil arah Tanjung Dewa. Atau juga kalian bisa menggunakan Google Maps.

Harga Tike Masuk

Untuk masuk ke Pantai Tanjung Dewa cukup terjangkau, pengunjung bisa memarkirkan kendaraannya di dekat. Untuk jam buka pantai Tanjung Dewa setiap hari 24 Jam. Selain harga tiket jika wisatawan ingin menaiki perahu untuk pergi ke Pulau Datu dengan biaya sekitaran 150rb untuk berkunjung pulau datu.

 

 


Menikmati Destinasi Wisata di Tahura Mandi Angin Kalimantan Selatan

Menikmati Destinasi Wisata di Tahura Mandi Angin Kalimantan Selatan

 


LIDZNEWS.COM – Nikmati hari liburan mu ke Tahura Sultan Adam Mandi Angin, adalah sebuah kawasan ecowisaata yang luas tanahnya cukup besar, kalian bisa melihat alam yang indah, penangkaran bintang endemik, serta wisata alam lainnya.

Tempat wisata ini berada di wilayah perbukitan yang membuat udaranya yang sangat sejuk, apalagi kalian sampai puncak bukit tahura, bisa melihat bukit lainnya. Dan saat perjalanan dimana akan melewati pemandangan yang tersaji berupa deretan pepohonan rindang yang berwarna hijau.

Ketika berada di Tahura, banyak sekali destinasi wisata yang kalian dapat kunjungi, kamu bisa mengeksplor banyak tempat yang pastinya menyenangkan dan ada sedikit menantang.

Baca juga Raja Ampatnya Kalimantan Selatan Bukit Matang Keladan

Untuk masuk ke Tahura Mandi Angin, kalian cukup bayar masuknya saja, diperkirakan kurang dari 15.000 untuk satu orang. Tempat wisata ini berada di Kota Banjarbaru, ber-alamat Jl.Cempaka, Kec. Cemp.,. Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Tempat wisata ini meupakan dari Unit Pelaksana Teknik (UPT) dari Dinas Kehutanan Proovinsi Kalimantan Selatan. Untuk nama hutan ini diambil dari Sultan Adan yang memerintah kesultanan Banjar yang berkuasa pada tanggal 3 Juni 1825 – 1 November 1857.

Adapun beberapa wisata yang berada di Tahura Sultan Adam

  • Air Terjun

Tahura Sultan Adam memiliki 3 air terjun yang dapat kalian eksplor

a.      Air Terjun Mandi Angin

Air Terjun yang pertama yang berada di lokasi Tahura Sultan Adam, yang lokasinya cukup mudah dijangkau oleh anak-anak, jadi bisa merasakan segarnya air yang mengalir di air terjun tersebut. Untuk ketinggian Air Terjun Mandi Angin Sekitar 12 meter.

b.      Air Terjun Mandin Putri Kembar

Adapula Air Terjun Mandin Putri Kembar, bentuk dari air terjunnya landai dan terdapat sebuah danau atau kolam yang cukup lebar di bawah air terjun tersebut. Danau terebut biasanya digunakan pendatang untuk bermain air dan berenang, karena tempatnya tidak terlalu ramai seperti di Kolam Belanda.

c.      Air Terjun Tirai Hujan

Selanjutnya adalah Air Terjun Tirai Hujan, yang memiliki ketinggian cukup sekitar 10 meter dengan tebing berundak. Yang lokasinya berada di tengah-tengah bukit. Untuk pergi ke air terjun terebut kamu harus berjalan ekstra untuk menuju lokasi tersebut.

  • Kolam Belanda

Lokasi wisata ini berada di pinggir jalan ketika ingin memasuki wilayah Tahura Sultan Adam dengan ukuran 30 x 50 meter. Biasanya pengunjung memanfaatkan untuk berenang di kolam tersebut. Kolam ini berisikan air yang berasal dari sumber mata air alami, diperkiran dibuat untuk melayani tamu-tamu Eropa pada zaman dahulu. Menurut sejarah yang tercatat.

  •  Benteng Belanda

Selain Air Terjun dan Kolam Belanda, disini juga ada Benteng Belanda, yang masin ada peninggalan Belanda lainnya yang dapat kamu kunjungi. Benteng tersebut merupakan benteng pertahanan tentara Belanda pada masa itu yang berada di ketinggian sekitar 1.000 meter diatas permukaan laut. Untuk tiba di Benteng Belanda, kamu bisa melalui jalur yang berliku menuju puncak bukit, untuk lokasinya Benteng Belanda ini sangat strategis, Semakin ke puncak, udara akan bertambah sejuk dengan tiupan angin sehingga memang pantai disebut dengan sebutan Mandi angin

  •  Bukit Tirai Hujan

Bukit Tirai Hujan salah satu tempat favorit pegunjung di Tahura Sultan Adam, yang dimana biasanya sebagian pengunjung memanfaatkan sebagai foto prewedding karena keindahannya. Hal lain juga banyak menarik dari bukit tahura adanya pohon besar yang berada di tengah-tengah bukit.

  • Camping di Pucak Tahura

Pucak Bukit Tahura juga tidak kalah menarik dari lainnya, yang dapat dilakukan ketika berada di Tahura Sultan Adam Mandi Angin menghabiskan waktu bersama alam semalam. Disini tersedia 3 lokasi dimana ada area perkemahan yang letaknya tidak terlalu jauh, dari masing-masing area yang memiliki view alam yang sangat berbeda-beda.

 

 


Thursday, January 9, 2020

Menikmati Indahnya Pemandangan dari atas Bukit Sapu Angin Terlihat Pantai dan Pulau

Menikmati Indahnya Pemandangan dari atas Bukit Sapu Angin Terlihat Pantai dan Pulau



Menikmati indah nya pemandangan dari bukit yang sangat tinggi memang tentu sangat mengasyikkan apalagi pemandangan pada saat sunset dan sunrise sangat indah dan bisa terlihat dari ketinggian bukit pemandangan pantai dan pulau kecil ditengah- tengah laut pantai.

Penasaran kan nama bukit nya apa, kapan lagi coba pemandangan di atas bukit terlihat pantai dan pulau kecil di tengah-tengah laut pantai, nama bukit tersebut adalah bukit Sapu Angin dan pantai yang dimaksud adalah pantai Batakan, dan juga pulau kecil yang dimaksud adalah pulau Datu.

Bukit ini terletak di Provinsi Kalimantan Selatan terletak di kota Pelaihari, untuk menuju bukit tersebut menempuh waktu beberapa jam, saya dari kota Banjarmasin kira-kira untuk menuju tempat tersebut menempuh waktu 2jam  untuk sampai ke lokasi tersebut.

Setelah sampai ke lokasi tersebut ada tempat untuk parkir motor maupun mobil didepan rumah warga, untuk biaya parkir tersebut terkena biaya 10ribu untuk parker motor kalo mobil saya kurang tau. Toilet pun juga ada disana jadi sebelum naik bukit atau sesudah turun dari bukit kalian bisa pergi ke toilet tersebut jika kebelet hehe.

Warga-warga yang disana sangat ramah sekali sebelum mendaki bukit kita di arahkan dulu menuju bukit Sapu Angin agar tidak tersesat saat mendaki, dan jangan lupa sebelum mendaki kita harus baca doa dulu agar saat mendaki selamat sampai tujuan.

Pada saat pendakian itu menempuh waktu beberapa menit atau jam, karna saya dan teman-teman saya kemaren saat mendaki terlalu banyak istirahat karna cape untuk sampai kepuncak mungkin menempuh waktu 1 jam an.

Saya dan teman-teman saya saat itu pergi pada saat musim hujan jadi saat mendaki jalan terlihat licin, tetapi akan tergantikan cape itu dengan suasana yang sangat indah saat itu saya dan teman-teman mendaki ke bukit pada pukul jam set 6 sore.

Pada saat sampai di puncak bukit Sapu Angin terlihat nuansa yang sangat indah sekali pemandangan yang hijau dari atas bukit dan juga dari bawah bukit  serta pantai dan pulau yang indah, apalagi saat sunrise terdapat banyak awan di atas bukit tersebut senangnya menghirup udara segar di pagi hari.

Friday, December 27, 2019

Menelusuri Dasar Pantai Teluk Tamiang di Kotabaru

Menelusuri Dasar Pantai Teluk Tamiang di Kotabaru



Di daerah Kotabaru ada sebuah pantai yang sangat indah dilihat dari mata nihh, yaitu nama pantai nya adalah pantai Teluk Tamiang, untuk menuju kesana butuh perjalanan yang sangat lama karena harus menyebrang dulu pakai alat transportasi Ferry atau bisa disebut dengan kapal besar kalian bisa menikmati pemandangan pada saat nyebrang laut untuk menuju pantai tersebut.

Pantai yang airnya berwarna kebiruan dan sangat sejuk untuk dijadikan traveling pada saat liburan tiba, sangat menyenangkan kan apalagi liburan bareng keluarga tercinta menikmati kebersamaan memandang indahnya pemandangan alam yang diciptakan oleh sang cipta.


Untuk penyebrangan jika kalian pakai transportasi mobil atau motor dll, ferry atau yang disebut kapal besar bisa mengangkut alat transportasi kalian  loh jadi jangan khawatir lagi jika kalian sedang pergi menggunakan alat transportasi tersebut insyaallah aman kok.

Biasanya jika ada waktu liburan orang-orang pada berkemah di depan pantai tersebut agar bisan menikmati pemandangan seperti sunrise dan sunset nih agar bisa dijadikan kenang-kenangan, kapan lagi yakan bisa menikmati sunrise dan sunset di pantai Teluk Tamiang yang pemandangannya yang sangat indah ini. Tunggu apa lagi nih yuk coba pergi ke Pantai Teluk Tamiang di Kotabaru agar bisa menikmati pemandangan yang sangat bagus luar biasa.

Thursday, December 19, 2019

Raja Ampat nya Kalimantan Selatan Bukit Matang Keladan

Raja Ampat nya Kalimantan Selatan Bukit Matang Keladan


Siapa bilang pulau Kalimantan nggak punya tempat wisata alam cantik? Buktinya, Bukit Matang Kaladan di Kalimatan Selatan bisa menandingi kecantikan Raja Ampat di Papua, lho!

Bukit ini terletak di kawasan Riam Kanan, Banjarbaru, Bukit Matang Kaladan adalah atraksi wisata alam yang menyuguhkan kompleks perbukitan hijau. Yang menarik, perbukitan ini mengelilingi danau di tengahnya, konsep serupa yang ditawarkan oleh Pulau Wayag di Raja Ampat.

Danau yang dimaksud adalah bendungan Riam yang membendung delapan sungai dari Pegunungan Meratus. Bendungan ini juga sangat vital karena menjadi sumber energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air di wilayah Banjarmasin.

Panorama barisan bukit hijau bersambut dengan atmosfer sejuk yang ditawarkan oleh wilayah Banjarbaru. Sesekali, siulan burung menyatu serasi dengan hembusan angin sedang yang bikin kamu betah berlama-lama di sini.

Bukit Matang Kaladan turut banyak menawarkan beberapa titik yang cocok untuk kamu berburu foto Instagrammable. Tersedia juga hammock yang disiapkan warga guna menunjang kenyamanan kamu selama berada di puncak bukit.

Pendakian Terjal

Untukagar  mencapai puncak dari Bukit Matang Kaladan bukan pekerjaan yang mudah. Kamu harus menyiapkan fisik dan perlatan tertentu demi menaklukkan bukit yang kemiringannya mencapai 60 derajat.

Nggak cuma soal medannya yang terjal, hembusan angin darat pun siap mengganggu pendakian kamu. Namun, tenang, pihak pengelola sudah menyediakan tali bagi setiap wisatawan yang ingin mendaki.

Butuh waktu 30 menit untuk mencapai puncak dari Bukit Matang Kaladan. Namun, sekalinya kamu mencapai di bibir bukit, rasa lelah bakal langsung terbayarkan dengan pesona alam khas Bukit Matang Kaladan.

Soal tiket masuk, tenang. Pengelola hanya mematok harga Rp 3.000 untuk sekali masuk ke kawasan Bukit Matang Kaladan. Yuk, main-main ke sana!

Monday, September 2, 2019

Indahnya Pemandangan Kota Solo dari Bukit Paralayang

Indahnya Pemandangan Kota Solo dari Bukit Paralayang


Solo punya Bukit Paralayang yang jadi destinasi kemping. Di sini traveler bisa kemah sambil menikmati keindahan Kota Solo dari ketinggian.

Biaya yang dibutuhkan untuk kemah di Paralayang tidak terlalu besar. Peralatan kemah kita bawa sendiri. Saat masih di area bawah sebelum masuk ke jalan Paralayang, traveler akan diminta untuk membayar tiket masuk.

Per orang Rp.5000, kemudian untuk tarif campingnya Rp.10.000 per orang. Anak kecil tidak dihitung. Untuk parkir motor Rp.5000.

Di sini kita nggak usah bingung kalau mau bikin api unggun, ada yang jual. Satu ikat Rp.15.000 saja. Lumayan untuk menghangatkan badan atau sambil bakar sosis.

Namun, di puncak sini nggak ada sinyal untuk provider tertentu, tapi itu bukan kendala. Ada juga yang jual wifi berupa voucher gitu. Harganya Rp.5000 per 2 jam. Lumayan buat upload foto di IG atau status WA. Kalau saya sih lebih seneng menikmati malam itu dengan diam memandangi lautan bintang, biarlah upload fotonya besok-besok saja.

Rencananya malam ini saya nggak pengen tidur, tapi udara semakin dingin. Jadi sekitar pukul satu masuk tenda, berselimut tapi tetep dingin.



Baca juga: Berwisata di Pantai Merah Muda (Pink Beach)

Pukul 3 dini hari, terbangun karena suara alarm. Masih dingin, tapi nggak bisa tidur lagi. Jadilah keluar tenda dan lagi-lagi menikmati suasana malam yang aduhai. Beberapa orang yang camping masih terdengar suaranya, nyanyi-nyanyi sambil main gitar. Oke, mungkin dengan cara itu bisa mengobati rasa kangen mereka kepada pujaan hati.

Sayup-sayup terdengar azan pukul 4 pagi lebih seperempat. Kami solat Subuh berjamaah, beber-bener aduhai nikmatnya. Sujud di rerumputan dingin yang berembun. Apalagi saat wudhu tadi, airnya dingin banget kayak wudhu pakai air kulkas campur es batu.

Momen eksotis ialah saat mentari mulai terbit dan memancarkan sinarnya yang lembut menghangatkan. Lebih hangat dari pancaran cinta di matamu. Eaaaa lagi. Nuansa hijau mulai tampak, puncak Lawu di belakang juga menampilkan keelokannya.

Sedangkan di kejauhan sana, kota Solo dengan pemandangan jalan dan rumah-rumahnya mulai jelas lika-likunya. Merapi dan Merbabu yang unik juga tak kalah mempesona. Hijau kebun teh Kemuning sangat anggun, berpadu dengan hijau pepohonan, putihnya awan dan biru langit. Sempurna! View yang nggak akan pernah saya lihat di kota Serang.

Belum puas rasanya kalau belum mengambil gambar dan merekam panorama indah ini. Cekrak-cekrek kalau belum 100 kali itu belum afdhol.

Usai sarapan mie instan, kami membereskan tenda lalu bersiap turun. Tak lupa, saya rekam tuh perjalanan turunnya.

Next trip, saya ingin pergi lebih jauh lagi. Ke Dubai, ah itu pasti seru sekali. Bisa merasakan nuansa Burj Khalifa dan panorama padang pasir. Semoga kesampaian suatu saat nanti. Syukur-syukur menang Dream Destination ini.

Thursday, August 22, 2019

Berwisata di Pantai Merah Muda (Pink Beach) Pantai Unik

Berwisata di Pantai Merah Muda (Pink Beach) Pantai Unik


Pantai yang unik ini sesuai dengan namanya “Pink Beach” yaitu pantai yang berwarna merah muda. Pantai Pink Beach merupakan pantai yang unik yang memiliki pasir yang berwarna merah muda nan indah.  Pantai unik “Pink Beach” atau yang disebut dengan pantai merah muda terletak dalam Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Pink Beach atau Pantai Merah adalah merupakan salah satu pantai dari 7 pantai berpasir merah muda yang ada di dunia. Adapun pantai merah muda hanya terdapat di adalah Pink Beach di Harbor Island, Bahamas; Bermuda; Santa Cruz Island, Filipina;  Sardinia, Itali; Bonaire, Dutch Caribbean Island; dan di Balos Lagoon, Crete, Yunani. Betapa kaya dan cantiknya alam Indonesia ini yaitu; satu di antara tujuh pantai berpasir merah muda dapat ditemukan di negeri ini.

Kawasan Taman Nasional Komodo selain merupakan lokasi pantai Merah Muda (pink beach), juga tempat perlindungan makhluk raksasa dan  purba yang hanya terdapat di Indonesia yaitu Komodo. Taman Nasional Komodo sudah dinobatkan menjadi salah satu keajaiban dunia.

Selain kondisi pantainya yang unik dan indah, kehidupan bawah laut di Pink Beach juga menyimpan keindahan dan kekayaan yang menarik untuk diselami. Taman bawah laut Pink Beach ini adalah sebuah istana bagi beragam jenis ikan, ratusan jenis batu karang, dan berbagai jenis biota laut lainnya. Oleh karena itu, snorkeling atau diving adalah aktivitas yang tidak boleh dilewatkan



Perkiraan sampai saat ini, belum diketahui secara pasti dari mana asal muasal warna pasir merah muda yang cantik ini. Adapun beberapa yang berpendapat bahwa warna pink berasal dari pecahan karang berwarna merah yang sudah mati dan memang banyak ditemukan di pantai ini. Dan ada juga yang memiliki pendapat yang berbeda menyebutkan bahwa warna pink pada pasir Pink Beach adalah karena adanya hewan mikroskopik bernama foraminifera yang memproduksi warna merah atau pink terang pada terumbu karang.

Transportasi

Pantai yang tidak ada penghuni dan sepi ini dapat ditempuh dengan menyewa kapal atau speed boat dari Labuhan Bajo. Paket tur perjalanan biasanya akan membawa Anda ke Pulau Rinca lalu kemudian ke Pulau Komodo terlebih dahulu. Dari Labuan Bajo menuju Dermaga Loh Buaya di Pulau Rinca memakan waktu sekira 45 menit. Di pulau-pulau tersebut Anda dapat melihat langsung komodo yang mendunia itu di habitat asli mereka dengan memilih jalur trekking tertentu.

 
Dari Dermaga Loh Liang, sebuah dermaga di Pulau Komodo, untuk menuju kesana diperlukan waktu sekitar 30 menit dalam perjalanan dengan kapal untuk menginjakkan kaki di pink Beach, pantai yang warna pasirnya tidak biasa ini. Apabila anda ingin berminat mencoba trekking melalui tebing-tebing karang dan hutan bakau, dibutuhkan waktu sekitaran 4 jam berjalan kaki sebelum akhirnya tiba di Pink Beach.


Di Labuan Bajo juga terdapat kapal-kapal LOB (Live Aboard) yang biasanya disewa oleh penyelam yang dapat sekaligus berfungsi sebagai tempat menginap selama menelusuri pesona Flores. Kapal ini juga dapat menjadi pilihan transportasi Anda.


Untuk mencapai Labuan Bajo, terdapat penerbangan dari Denpasar dengan pesawat kecil sejenis Fokker menuju Bandara Komodo selama kurang lebih 1 jam. Dari bandara menuju pelabuhan Labuan Bajo dibutuhkan waktu sekira 10-15 menit berkendara. Anda dapat menyewa mobil untuk menuju pelabuhan.

Tips

Di sekitar Pantai Merah Muda (Pink Beach) tidak terdapat took atau warung, oleh karena itu bagi Anda yang akan berkunjung agar segera membawa perbekalan-perbekalan yang dibutuhkan seperti makanan dan minuman secukupnya, pakaian ganti, obat-obatan, topi, kacamata hitam, dll. Sementara kebutuhan perlengkapan diving atau snorkeling dapat diperoleh di Labuan Bajo. Sebaiknya Anda tanyakan pada guide atau agen perjalanan Anda mengenai hal ini.


Karena lokasi pantai yang berada dalam Kawasan Taman Nasional Komodo diharapkan agar berhati-hati saat berenang, berjemur, atau snorkeling karena kemungkinan Komodo berkeliaran di sekitar pantai. Jika anda melihat Komodo sebaiknya anda menjauh darinya karena Komodo merupakan salah satu binatang yang berbahaya. Untuk itulah, jika mengunjungi pulau-pulau di sekitar kawasan Pulau Komodo dan kawasan pantainya—termasuk Pink Beach—hendaknya dikawal dengan jagawana (polisi hutan) dan atau guide berpengalaman.

Kegiatan

Pantai Merah Muda (pink beach) yang tidak berpenghuni dan sepi membuat kelesatarian alam dari pantai ini tetap terjaga. Di pantai ini terdapat bukit memanjang dari ujung pantai ke ujung lainnya sehingga menambah keindahan dari pantai ini. Berada di pantai yang amat indah, tenang  dan menakjubkan ini merupakan tempat yang ideal untuk relaksasi dan bersantai.

Warna air laut yang hijau toska dan sangat jernih  tidak boleh dilewatkan. Selain itu, karang-karang yang ada di laut dapat dilihat dengan mata langsung. Snorkeling dan diving merupakan kegiatan yang wajib dilakukan di sini mengingat kondisi taman bawah lautnya yangh masih terjaga dan banyaknya  keanekaragaman hayati  yang penuh warna: ribuan jenis ikan, ratusan terumbu karang dan lain-lain.

Selain snorkeling dan diving, di pantai ini juga bisa merupakan tempat yang terbagus untuk berjemur di pasir yang lembut dan pantai yang cantik. Dalam menyaksikan keindahan pantai yang diberikan jangan lupa untuk mengabadikannya. Pemandangan Matahari tenggelam di pantai ini juga terkenal menakjubkan.

Akomodasi

Mengingat Pink Beach ini adalah pantai yang tidak ada berpenghuni dan berada di kawasan yang terbilang terpencil, kebutuhan penginapan dan akomodasi lainnya dapat diperoleh di Labuan Bajo. Apabila anda ingin menginap di Kampung Komodo, Anda dapat menanyakannya pada penduduk atau guide Anda. Tersedia home stay di rumah penduduk namun tentunya dengan fasilitas sederhana, termasuk ketersediaan makanan yang juga sederhana. Tak banyak pilihan menu makanan di warung-warung kampung.


Di Labuan Bajo juga terdapat kapal-kapal LOB (Live Aboard) yang dapat disewa wisatawan atau penyelam. Kapal ini dapat sekaligus berfungsi sebagai tempat menginap selama menelusuri pesona pulau-pulau di sekitar Taman Nasional Komodo dan Pulau Flores.

Kesehatan

[kesehatan][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done